al-Khawarizmi

Perkembangan ilmu teknologi saat ini semakin maju dan pesat. Kemajuan teknologi ini tidak terlepas dar perkembangan berbagai disiplin ilmu pengetahuan dimasa sebelumnya yang menjadi dasar perkembangan teknologi kedepannya. Ialah Muhammad bin Musa al-Khawarizmi yang paling dikenal sebagai penemu ilmu aljabar dan angka nol. Al Khawarizmi juga memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan teknologi terutama dalam bidang komputer, ia juga dikenal sebagai bapak dari algoritma yang sering digunakan dalam pengembangan program. Bagaimana? Sangat menarik bukan? maka dari itu,

Yuk, mengenal lebih dekat dengan bapak algoritma al Khawarizmi!

Kehidupan Awal al-Khawarizmi

Kelahiran al-Khawarizmi

Abu Abdullah Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi merupakan nama lengkap dari al-Khawarizmi. Dikalangan ilmuan Barat dan Eropa ia lebih dikenal dengan nama Algorizm, Al Gorismi, Al Cowarizmi, Al Goritmi dan beberapa cara eja lain. Al-Khawarizmi dilahirkan pada tahun 770 M adapula yang menyebutan tahun 780 M, di sebuah kota kecil sederhana di pinggir sungai Oxus (Ammu Darya), yakni kota Khawarizm (Khanate of Khiva), yang terletak dibagian selatan sungai Oxus, Uzbekistan.

Orang tua al-Khawarizmi berasal dari Khawarizm. Ketika ia masih kecil, orang tuanya kemudian membawanya pindah ke sebuah tempat di pinggir selatan kota Baghdad (Irak). Di kota Baghdad inilah al-Khawarizmi dibesarkan, dan dikota ini pula pengetahuan serta pengalamannya berkembang.

Langkah al-Khawarizmi menjadi cendikiawan

Dapat diperkirakan bahwa ia hidup di masa pemerintahan khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma’mun, Al-Mu’tashim dan Al’watsiq yag dikenal sebagai masa keemasan ilmu pengetahuan di daerah Arab. Pada masa itu terdapat Bait Al-Hikmah yang menjadi pusat penelitian, penerjemahan kedalam bahasa Arab, buku-buku ini didatangkan dari berbagai peradaban, baik dari Romawi, Yunani, India maupun Persia, dan juga publikasi ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh para cendikiawan.

Semua kegiatan ilmiah yang dilakukan cendikiawan di Bait Al-Hikmah dijamin dan ditanggung oleh pemerintah, bahkan merekapun mendapatkan gaji yang layak.

al-Khawarizmi bergabung di Bait Al-Hikmah

Pada saat al-Khawarizmi berumur 20 tahun, ia bergabung bersama cendikiawan lainnya di Bait Al-Hikmah. Semasa hidupnya beliau bekerja disekolah kehormatan yang didirikan oleh khalifah Al-Ma’mun. Ia sendiri mulai terkenal dan mencapai kejayaan sebagai seorang ilmuan pada masa pemerintahan khalifah Al-Ma’mun.

Al-Ma’mun terkenal sangat dikenal sebaga khalifah yang sangat mencintai dan mendorong perkembangan ilmu pengetahuan. Beliau sangat tertarik dan mengagumi kecerdasan al-Khawarizmi, sehingga menugaskan secara khusus pada al-Khawarizmi untuk belajar bahasa Sanskerta. Setelah al-Khawarizmi mahir, ia ditugaskan lagi untuk menerjemahkan buku India tentang astronomi yang berjudul Siddhanta kedalam bahasa Arab, ia berhasil menerjemahkan buku ini dengan baik. Tidak hanya itu, ia juga menerjemahkan buku tentang geografi karya Ptolomeus yakni seorang ilmuan Yunani ke dalam bahasa Arab dengan baik. Dari buku-buku yang telah ia terjemahkan itu, al-Khawarizmi telah menyusun sebuah tabel dan ringkasan dari sistem astronomi India dan Yunani yang juga ditambahkan dengan hasil penyelidikannya sendiri. Buku ini juga menjadi dasar bagi al-Khawarizmi dalam menyusun daftar-daftar astronominya.

Hasil Pemikiran dan Sumbangsih al-Khawarizmi

Hasil pemikaran al-Akhawarizmi sangat banyak, dan tentu sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Hal ini karena, dalam pendidikan al-Khawarizmi adalah ilmuan yang diakui kecerdasannya. Pengetahuannya tidak hanya dalam bidang matematika, namun juga dalam bidang astronomi, geografi, falsafah serta logika. Ia menggunakan pendekatan sistematis dan logis. Dan sampai sekarang karyanya tidak akan pernah terlupakan.

Bidang matematika

Karya pertama al-Khawarizmi adalah al-Jabar (Al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa-l-muqabala), yakni sebuah buku yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Hal ini sangat penting sebagai sebuah gerakan revolusioner dari konsep matematika Yunani yang berdasarkan pada geometri. Aljabar merupakan  penggabungan teori yang memungkinkan angka rasional, irasional dan magnitude geometris menjadi objek-objek aljabar. Khawarizmi juga berjasa dalam mengembangkan tebel sinus, cosinus dan trigonometri. Karena karyanya ini al-Khawarizmi disebut sebagai “Bapak Aljabar”. 

Al-Khawarizmi merupakan orang pertama yang mengajarkan  Aljabar dalam bentuk elementer serta menerapkannya dalam hal-hal yang berkaitan  dengannya. Tidak itu saja, di bidang ilmu ukur, Al-Khawarizmi juga dikenal sebagai peletak rumus ilmu ukur dan penyusun  daftar logaritma  serta hitungan  desimal.

Ia pun juga berkontribusi dalam cabang aritmatika, dan beliau torehkan dalam karyanya yang berjudul Kitab al-Jam’a wa-l-tafriq bi-hisab al-Hind. Hal yang terdapat dalam buku tersebut merupakan fondasi penyeimbangan ilmu matematika dan sains, serta merupakan cikal bakal munculnya lagoritma. Algoritma merupakan langkah-langkah logis mengenai penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis.

Al-Khawarizmi juga  yang mengadopsi penggunaan angka nol dalam ilmu aritmetik  dan sistem desimal. Sayangnya,  beberapa sarjana Barat seperli John Napier (1550-1620  M) dan Simon Srevin (1548-1620 M) mengklaim bahwa  penemuan tersebut merupakan hasil pemikiran mereka.

Al-Khawarizmi  pula yang telah menggagas dan mempopulerkan penggunaan angka 0, walaupun  bukti sejarah mengemukakan angka 0 sendiri sudah dipergunakan  pula di lndia sejak tahun 400 masehi. Kode angka Aryabhala telah menerangkan secara lengkap mengenai simbol angka 0. Juga  pada masa pemerintahan  Bhaskara I (abad 7 masehi) dasar sistem 10 angka sudah dipergunakan  secara luas di negara tersebut serta pengenalan kosep angka  0. Begitu pula di Babylonia sudah mengenal sistem angka yang memakai 0 digit. Sistem angka tersebut sampai  ke Timur Tengah pada tahun 670, dan disempurnakan  Al-Khawarizmi dengan  menambahkan meningkatkan angka desimal berikut pecahan (republika.co.id).

Bidang astronomi dan geografi

Selain bidang matematika, bidang astronomi juga membuat nama al-Khawarizmi dikenal luas. Ia membuat tabel yang mengelompokkan ilmu falaq ini. Dengan memperhatikan tabel tersebut dan juga sumber-sumber lain, sebuah tabel karyanya sendiri menjadi perhatian kalangan astronomi di Eropa terutama setelah diterjemahkan oleh Adelard dari Bath pada 1126 M.Tabel ini kelak menggantikan tabel Yunani dan India, setelah direvisi astronom Spanyol, Majriti. Ilmuwan Cina pun mengadaptasi  tabel ini,termasuk  nilai-nilai ilmu ukur sudutnya, serta fungsi sinus, dan tangen.

Selain itu, ada juga karyanya yang masih berkait dengan masalah perhitungan. Al-Khawarizmi juga seorang alhi ilmu bumi. Bukunya yang  berjudul Surotul Ardhi (Peta Dunia) menjadi dasar dari ilmu bumi Arab dan dijadikan model oleh ahli geografi Baral untuk menggambar peta dunia. Naskah itu hingga kini masih tersimpan di Strassburg, Jerman. Abdul Fida (seorang ahli ilmu bumi terkenal) mengatakan buku ini sebagai buku peta yang sangat rinci dalam menggambarkan bagian-bagian bumi yang dihuni  manusia karena dihiasi secara lengkap dengan peta pada beberapa  bagian dunia.

Akhir Hayat al-Khawarizmi

Al-Khawarizmi diriwayatkan wafat pada tahun 850M atau 266H di Baghdad. Semasa ia hidup banyak pemikirannya yang memberikan pengaruh penting dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Beliau merupakan sosok yang cerdas dan patut menjadi inspirasi dalam kegigihan dan kecerdasannya.

Originally posted 2020-10-30 10:00:00.

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment