Ekosistem Sungai

Ekosistem sungai adalah bagian dari ekosistem air,

Sungai memiliki peranan besar dalam kehidupan manusia, contohnya untuk PLTA dan pengairan.

Wilayah perairan ini juga merupakan habitat flora dan fauna sehingga keberadaannya harus dijaga oleh manusia.

Pengertian Ekosistem Sungai

Ekosistem sungai adalah sistem ekologi alami yang terbentuk oleh interaksi antara komponen biotik dan abiotik sungai.

  1. Komponen biotik ekosistem sungai meliputi tumbuhan air dan hewan air.
  2. komponen abiotik nya adalah cahaya matahari, kimia air, dan suhu.

Sungai memiliki ciri-ciri khusus, yaitu airnya mengalir ke lautan serta kondisi fisik dan kimianya mengalami perubahan secara terus menerus.

Kualitas air sungai sangat dipengaruhi oleh curah hujan dan aktivitas manusia.

Rantai Makanan pada Ekosistem Sungai

Komponen penyusun ekosistem sungai berinteraksi dengan berbagai cara, namun yang paling utama adalah interaksi makan dan dimakan.

Seperti juga di ekosistem darat, rantai makanan di sistem ekologi sungai juga terdiri dari produsen, konsumen, dan dekomposer.

Di bawah ini terdapat beberapa contoh rantai makanan di ekosistem sungai.

1. Alga → Ikan Sepat → Burung Bangau → Buaya → Dekomposer

Pada interaksi ini, alga berperan sebagai produsen. Alga kemudian dimakan oleh ikan sepat, yang merupakan konsumen tingkat I.

Selanjutnya, ikan ini dimakan oleh konsumen tingkat II, yaitu burung bangau. 

Buaya yang juga tinggal di sungai lalu memangsa burung tersebut. Lama-kelamaan, buaya akan mati dan bangkainya diurai oleh dekomposer.

Proses penguraian ini akan menghasilkan senyawa yang penting bagi kehidupan organisme air.

2. Ganggang → Ikan Pemakan Tumbuhan → Ikan Bawal → Dekomposer

Ganggang atau alga merupakan sumber makanan dalam rantai makanan di atas. Tumbuhan air ini dimakan oleh ikan pemakan tumbuhan.

Pada ekosistem sungai ini, ikan tersebut selanjutnya dimakan oleh konsumen yang lebih tinggi, yaitu ikan bawal.

Ikan bawal adalah salah satu ikan predator air tawar. Hewan air ini lama-lama akan mati.

Selanjutnya, dekomposer akan menguraikan bangkai ikan tersebut hingga menjadi partikel mikroskopis di dalam sungai. 

3. Lumut → Ikan Kecil → Ikan Gabus → Buaya → Dekomposer

Produsen lain yang dapat ditemukan di sungai adalah lumut. Tumbuhan kecil ini menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan kecil yang berperan sebagai konsumen tingkat I.

Ikan pemakan lumut selanjutnya akan dimangsa oleh ikan predator sungai, yaitu ikan gabus.

Ikan predator ini nantinya akan dimakan oleh buaya. Sebagai konsumen tertinggi, buaya akan mati dengan sendirinya dan diurai oleh dekomposer.

4. Tanaman Kangkung → Serangga Air → Katak → Ular → Dekomposer

kangkung sering tumbuh di pinggir sungai. Tanaman ini merupakan tempat sembunyi hewan air dan juga penghasil makanan bagi beberapa hewan tersebut.

Pada ekosistem sungai ini, contonya adalah serangga air. Serangga ini hidup dengan memakan tanaman tersebut.

Sebagai konsumen yang paling rendah, serangga akan dimakan oleh konsumen yang lebih tinggi, misalnya katak. 

Ular lalu memangsa katak tersebut. Selanjutnya, ular akan mati dan tubuhnya diurai oleh dekomposer.

5. Fitoplankton → Keong → Bebek → Manusia → Dekomposer

Fitoplankton menjadi sumber makanan bagi banyak hewan air yang hidup di sungai, salah satunya adalah keong.

Pada rantai makanan tersebut, keong kemudian dimakan oleh bebek.

Unggas yang berperan sebagai konsumen tingkat II ini lalu dimakan oleh manusia.

Manusia lama-lama akan mati dan kemudian dikubur. Di dalam tanah, dekomposer akan menguraikan jasad manusia tersebut.

6. Alga → Ikan Kecil → Ikan Salmon → Beruang → Dekomposer

Contoh rantai makanan pada ekosistem sungai di atas dapat ditemukan di sungai yang terletak di iklim subtropis.

Pada interaksi tersebut, alga dimakan oleh ikan kecil. Selanjutnya, ikan kecil ini dimakan oleh konsumen tingkat II, ikan salmon.

Beruang yang lapar kemudian memangsa ikan salmon. Selang beberapa lama, hewan omnivora tersebut mati.

Dekomposer pun menguraikan tubuh besar beruang menjadi partikel mikroskopik.

7. Fitoplankton → Udang → Ikan → Burung Kuntul → Dekomposer

Fitoplankton adalah organisme mikroskopik yang bertindak sebagai produsen dalam contoh rantai makanan di atas.

Organisme ini dimakan oleh konsumen pertama, yaitu udang.

Lalu udang dimakan oleh ikan. Burung kuntul sebagai konsumen yang lebih tinggi akan memangsa ikan.

Setelah beberapa lama, burung ini akan mati. Bangkainya yang tergeletak di tanah akan diurai oleh dekomposer.

8. Fitoplankton → Udang → Ikan  Salmon → Anjing Laut → Dekomposer

Rantai makanan ini dapat ditemukan pada ekosistem sungai di bagian estuari wilayah sejuk. Pada interaksi tersebut, fitoplankton dimakan oleh udang.

Selanjutnya, ikan salmon akan memangsa udang tersebut. Ikan salmon akan dimakan oleh konsumen tertinggi pada estuari, yaitu anjing laut.

Setelah berselang lama, anjing laut akan mati dan dekomposer pun akan menguraikan bangkainya.

Tabel Rantai Makanan pada Ekosistem Sungai

Dengan melihat contoh rantai makanan pada ekosistem sungai di atas,

Kita dapat mengelompokkan organisme yang hidup di ekosistem sungai ke dalam beberapa golongan seperti pada tabel berikut.

TingkatanOrganisme
ProdusenGanggang atau alga, lumut, dan fitoplankton
Konsumen Tingkat IIkan kecil, serangga air, ikan pemakan tumbuhan, ikan sepat, udang, dan keong
Konsumen Tingkat IIIkan salmon, ikan gabus, bebek, katak, ikan bawal, burung pemakan ikan
Konsumen Tingkat IIIUlar, buaya, beruang, anjing laut, dan manusia
Dekomposer/PenguraiBakteri, cacing, dan siput

Contoh Organisme pada Ekosistem Sungai

Ekosistem sungai yang satu dengan yang lainnya memiliki organisme yang berbeda.

Hal tersebut dipengaruhi berbagai hal, misalnya suhu, kedalaman, kadar garam, dan intensitas cahaya matahari.

Berikut beberapa contoh organisme yang hidup di sungai.

1. Eceng Gondok

Eceng gondok merupakan tumbuhan air yang mengapung di sungai.

Tumbuhan ini menjadi tempat bertelur bagi ikan-ikan di sungai dan tempat bersembunyi ikan dan serangga air.

2. Ganggang

Ganggang adalah vegetasi air yang bentuknya panjang dengan daun kecil berbentuk jarum.

Tanaman air tersebut merupakan salah satu sumber makanan bagi ikan kecil atau ikan pemakan tumbuhan.

3. Ikan Bawal

Sekilas, ikan bawal nampak seperti ikan piranha. Ikan tersebut merupakan ikan predator air tawar dan dapat ditemukan di sungai-sungai di Indonesia.

Ikan bawal juga sering dikonsumsi oleh masyarakat.

4. Ikan Gabus

Pada ekosistem sungai sungai ini, ikan gabus merupakan ikan predator air tawar.

Di negara lain, ikan ini disebut sebagai snakehead karena bentuk kepalanya seperti ular. 

5. Udang 

Selnjutnya adalah udang, hewan ini merupakan salah satu hewan krustasea yang hidup di sungai. Udang kecil sering menjadi makanan bagi ikan predator besar.

Selain itu, udang juga kaya akan protein sehingga dijadikan sumber makanan oleh manusia.

6. Buaya

Buaya merupakan hewan amfibi besar dan berbahaya.

Hewan tersebut akan memangsa hewan apa saja yang ada di sungai atau di tepinya, contohnya bebek, burung bangau, dan ikan.

Kesimpulan

Keseimbangan ekosistem sungai sangat penting bagi kelangsungan hidup organisme yang hidup di dalam atau di sekitarnya.

Sehingga, manusia harus menjaga keseimbangan ekosistem sungai tersebut, misalnya dengan tidak membuang sampah atau limbah ke sungai. 

Daftar Pustaka
  • https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/sungai/ekosistem-sungai
  • https://dosenbiologi.com/biologi-dasar/contoh-rantai-makanan-di-sungai
  • https://nusacaraka.com/2019/03/29/rantai-makanan-di-sungai/

Originally posted 2021-01-18 17:00:00.

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment