Laporan Praktikum Laju Reaksi 5/5 (2)

Laporan Praktikum Laju Reaksi – Laporan Berikut ini merupakan laporan yang admin susun dari berbagai sumber dan referensi, semoga laporan ini dapat membantu pembaca semuanya.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Tujuan

Mengetahui faktor-faktor yang akan mempengaruhi laju reaksi.

1.2 Latar Belakang

Laju menunjukkan kecepatan sebuah proses yang berlangsung dan besarnya perubahan dalam satuan waktu seperti detik, menit atau jam. Reaksi kimia merupakan proses perubahan suatu zat pereaksi yang menghasilkan produk. 

Laju reaksi dapat diartikan sebagai laju berkurangnya zat pereaksi atau laju peningkatan produk dalam waktu tertentu.  Banyak faktor yang mempengaruhinya kecepatan pada reaksi kimia. Oleh karena itu, dalam praktikum ini akan dilakukan percobaan untuk mengetahui faktor-faktor tersebut.  

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Laju Reaksi

Laju reaksi dapat dilihat berdasarkan adanya perubahan pada konsentrasi reaktan dalam suatu waktu. Laju reaksi bersifat tidak tetap, melainkan selalu berubah sesuai dengan perubahan konsentrasi (Chang, 2005). 

Setiap reaksi kimia berlangsung dengan kecepatan berbeda-beda. Tentunya, agar bisa mengetahui waktu reaksi maka perlu mengkaji faktor-faktor apa saja yang dapat memperlambat dan mempercepat prosesnya (Sutresna, 2008).

2.2 Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap laju reaksi antara lain:

2.2.1 Konsentrasi

Konsentrasi merupakan jumlah zat terlarut yang terdapat di dalam suatu larutan. Apabila jumlahnya semakin banyak maka konsentrasi semakin besar. Begitu pula sebaliknya, semakin sedikit jumlahnya maka konsentrasi semakin kecil. 

Di dalam larutan yang memiliki konsentrasi tinggi terdapat lebih banyak partikel dibandingkan pada larutan berkonsentrasi rendah. Partikel-partikel tersebut memiliki susunan yang lebih rapat.

Hal ini menyebabkan terjadi banyak tumbukan antar partikel sehingga dapat meningkatkan laju reaksi. Akibatnya, produk yang dihasilkan dari setiap reaksi semakin cepat terbentuk (Petrucci, 1987). 

2.2.2 Luas Permukaan

Luas permukaan memiliki pengaruh besar terhadap laju reaksi. Apabila permukaannya semakin luas, akan mempercepat laju reaksi. Namun, jika luas bidang sentuhnya semakin kecil maka laju reaksi semakin lambat karena tumbukan partikel-partikelnya kecil.

Karakteristik dari setiap kepingan yang direaksikan juga akan memberikan pengaruh. Jika kepingan halus maka reaksi akan berlangsung lebih cepat. Namun, saat kepingannya kasar maka setiap reaksi memerlukan waktu semakin lama (Adiguna, 2009).

2.2.3 Suhu

Perubahan suhu mempengaruhi sebuah laju reaksi. Saat suhu dinaikkan maka setiap partikel akan mempunyai energi lebih banyak sehingga semakin bergerak aktif. Frekuensi tumbukan pun akan meningkat. 

Dengan demikian, reaksi kimia akan berlangsung cepat (Petrucci, 1987). Lain halnya saat suhu diturunkan, laju reaksi akan menurun karena partikel-partikel dari zat menjadi kurang aktif bergerak (Adiguna, 2009). 

2.2.4 Katalis

Katalis berfungsi untuk mempercepat jalannya reaksi tanpa mengalami perubahan kimia secara permanen. Nantinya, katalis tidak ada dalam persamaan kimia secara utuh, namun kehadirannya berpengaruh besar terhadap hukum laju.

Selain itu, memodifikasi dan membuat lintasan yang cepat. Efek katalis terlihat begitu nyata dalam laju reaksi, walaupun jumlahnya sangatlah sedikit (Oxtoby, 2001). Menurut Adiguna (2009) katalis dapat menurunkan energi aktivasi sehingga laju reaksi menjadi cepat.

BAB III METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum laju reaksi ini kami lakukan pada:

Hari: Senin / 04 – Oktober 2020
Tempat: Laboratorium Kimia

3.2 Alat dan Bahan

Alat

  • Tabung reaksi
  • Rak tabung reaksi
  • Penjepit tabung reaksi
  • Kaki tiga
  • Gelas ukur
  • Gelas kimia
  • Pipet tetes
  • Spatula
  • Statif dan ring
  • Pembakar spiritus
  • Neraca Ohauss
  • Batang pengaduk
  • Kawat kasa
  • Thermometer
  • Lumpang dan alu
  • Stopwatch

Bahan

  • Pita magnesium
  • HCl 0,1 M; 0,5 M; 1 M; 2M dan 3 M
  • Na2S2O3 0,1 M
  • H2O2
  • NaCl
  • FeCl3
  • Batu pualam (padat dan serbuk)

3.3 Prosedur Kerja atau Cara Kerja

Berikut merupakan langkah kerja yang dilakukan dalam praktikum laju reaksi:

3.3.1 Pengaruh Konsentrasi

Prosedur Pengaruh Konsentrasi
  • Siapkan 4 buah tabung reaksi. Lalu, masing-masing tabung diisi dengan pita magnesium.
  • Masukkan HCl 0,5 M di tabung pertama, HCl 1 M di tabung kedua, HCl 2 M di tabung ketiga dan HCl 3 M di tabung keempat. 
  • Amati dan catat waktu pada masing-masing tabung.

3.3.2 Pengaruh Luas Permukaan

Prosedur Pengaruh Luas Permukaan
  • Disiapkan 2 buah tabung reaksi.
  • Tabung pertama diisi 2 gram bongkahan batu pualam. Lalu, tambahkan 1 ml HCl 2M.
  • Tabung kedua diisi dengan 2 gram batu pualam yang telah digerus. Lalu, beri 1 ml HCl 2M.
  • Amati laju reaksi pada kedua tabung tersebut. 

3.3.3 Pengaruh Suhu

Prosedur Pengaruh Suhu
  • Masukkan larutan Na2S2O0,1 M sebanyak 15 ml ke dalam 15 ml larutan HCl 0,1 M yang diletakkan di atas kertas dan telah ditandai dengan huruf X.
  • Amati dari atas hingga tanda tersebut hilang. 
  • Suhu larutan Na2S2O0,1 M dinaikkan menjadi 40°C, 50°C dan 60°C. Lalu, ulangi dengan langkah yang sama untuk masing-masing perlakuan tersebut sampai tanda X tidak terlihat.  
  • Catat suhu awal dan akhir.

3.3.4 Pengaruh Katalis

Prosedur Pengaruh Katalis
  • Siapkan 3 buah tabung reaksi. Lalu, isi ketiga tabung dengan larutan H2Osebanyak 5 ml. 
  • Tabung pertama sebagai kontrol dan tidak ditambahkan larutan apapun.
  • Tabung kedua diberi 2 tetes NaCl 0,1 M. 
  • Tabung Ketiga ditambahkan FeCl3 0,1 M sebanyak 4 tetes. 
  • Amati dan catat hasilnya.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Percobaan

Faktor yang Mempengaruhi  Bahan Waktu 
Laju Reaksi
Konsentrasi HCl 0,5 M 6342 detik
HCl 1 M 397  detik
HCl 2 M 183  detik
HCl 3 M 51  detik
Luas Permukaan Bongkahan batu pualam (2 gram) 1020  detik
Gerusan batu pualam (2 gram) 600  detik
Suhu Na2S2O3 29°C 888  detik
Na2S2O3 40°C 103  detik
Na2S2O3 50°C 96  detik
Na2S2O3 60°C 66  detik
Katalis 5 ml H2O2 2 jam, 1 menit, 3 detik
5 ml H2O2 + 2 tetes NaCl 0,1 M 1 jam, 39 menit, 22 detik
5 ml H2O2 + 4 tetes FeCl3 0,1 M 7 menit, 54 detik

4.2 Pembahasan

Adapun pembahasan dalam laporan praktikum laju reaksi ini adalah sebagai berikut:

Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa terdapat empat faktor yang terbukti mampu mempengaruhi laju reaksi, antara lain adalah konsentrasi, luas permukaan, suhu dan katalis. 

Pada percobaan konsentrasi, digunakan larutan HCl dengan empat konsentrasi berbeda yang direaksikan dengan pita magnesium. Hasil menunjukkan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi berbanding lurus. 

Dengan demikian, konsentrasi berefek pada meningkatnya laju reaksi. Terbukti seiring bertambahnya konsentrasi, konsumsi waktunya semakin berkurang. Berikut jumlah waktunya urut dari perlakuan konsentrasi terendah 6342 detik, 397 detik, 183 detik dan 51 detik. 

Semakin tinggi konsentrasi HCl maka larutan menjadi lebih pekat sehingga partikel yang terkandung di dalamnya semakin rapat. Selain itu, banyak tumbukan yang terjadi sebagai efek gerakan aktif dari setiap partikel. Alhasil, laju reaksinya pun cepat.  

Namun, saat konsentrasi dari HCl rendah maka larutan lebih encer dan partikel-partikel bersifat pasif sehingga jarang mengalami tumbukan. Akibatnya, kecepatan pita magnesium dalam bereaksi menjadi sangat lambat.

Persamaan reaksi yang terbentuk adalah seperti di bawah ini

Mg + 2HCl  ——>  MgCl2 + H2

Selanjutnya, luas permukaan suatu zat dapat berpengaruh terhadap kecepatan reaksi kimia. Terbukti, hasil reaksi antara batu pualam dalam bentuk bongkahan dengan HCl 2 M lebih lambat jika dibandingkan reaksi yang terjadi antara HCl 2 M dengan batu pualam yang sudah dihaluskan.

Kecepatan reaksi pada percobaan menggunakan serbuk batu pualam adalah 600 detik, hampir dua kalinya dari hasil percobaan dengan memakai bahan batu pualam bongkahan yaitu 1020 detik. 

Hal ini jelas membuktikan bahwa zat padat dalam bentuk serbuk mampu menghasilkan reaksi jauh lebih cepat daripada bongkahan meskipun massa yang digunakan sama. Luas permukaan bongkahan lebih kecil karena ukuran partikel zatnya besar sehingga reaksi akan lambat. 

Suatu zat hanya akan bereaksi jika memenuhi syarat, yaitu ketika bercampur dan mengalami tumbukan. Dalam hal ini tumbukan timbul pada luas permukaan bidang sentuh dari setiap molekul. Semakin luas maka frekuensi dari tumbukan bertambah dan akan berpengaruh pada laju reaksi.   

Faktor suhu juga memiliki pengaruh sangat penting karena terbukti semakin tinggi suhu semakin cepat laju reaksinya. Waktu untuk mereaksikan Na2S2O0,1 M dengan HCl 0,1 M adalah 888 detik. Setelah dilakukan pengukuran, reaksi tersebut berlangsung pada suhu 29°C. 

Saat suhu Na2S2Oyang dipakai meningkat yaitu 40°C, 50°C dan 60°C, justru kecepatan reaksinya juga meningkat drastis. Kenaikan kecepatan terjadi secara bertahap, pada suhu 40°C waktu yang diperlukan adalah 103 detik.

Di suhu 50°C waktu yang dibutuhkan semakin berkurang lagi, yaitu 96 detik dan pada 60°C kecepatan dari laju reaksinya paling cepat di antara kedua perlakuan lainnya karena hanya membutuhkan 66 detik saja.   

Kenaikan suhu meningkatkan keaktifan partikel untuk bergerak sehingga semakin sering terjadi tumbukan satu sama lain, akibatnya laju reaksi pun meningkat. Sedangkan, saat suhu Na2S2Orendah partikel-partikel kurang aktif sehingga peluang adanya tumbukan lebih rendah. 

Apabila dilihat dari segi katalisnya, ternyata terdapat perbedaan yang nyata antara kontrol dengan perlakuan. Hasil membuktikan reaksi dapat dipercepat dengan katalis, bahkan sampai mendekati dua kali lipat dari reaksi tanpa katalis. Katalis tidak berperan sebagai pereaksi maupun produk. 

Saat dilakukan penambahan NaCl, reaksi berhenti setelah waktu berjalan 1 jam, 39 menit, 22 detik. Sedangkan, untuk perlakuanFeCl3 0,1 M reaksi melaju sangat cepat dan hanya membutuhkan waktu selama 7 menit lebih 54 detik saja. 

Perbedaan kecepatan reaksi dari masing-masing penambahan senyawa kimia terjadi karena katalis bersifat spesifik. Artinya, hanya dapat bekerja untuk substansi tertentu saja. Bisa dibandingkan dari lama waktu reaksi pada tabung dengan FeCl3 dan NaCl. 

Senyawa FeCllebih efektif mempercepat reaksi sehingga cocok sebagai katalis H2O2 dibandingkan NaCl. FeClmaupun NaCl di sini memang sama-sama berfungsi sebagai katalis, namun jumlah FeClyang diberikan lebih banyak yaitu 4 tetes sedangkan NaCl hanya 2 tetes saja. 

Persamaan reaksinya seperti berikut ini

 FeCl3 + H2O2 ——> HCl + Fe2O3 + O2

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan di atas, maka dalam praktikum laju reaksi dapat disimpulkan bahwa:

  1. Konsentrasi larutan semakin tinggi, maka mempercepat laju reaksi.
  2. Laju reaksi meningkat seiring bertambahnya suhu saat reaksi berlangsung. 
  3. Semakin luas suatu permukaan zat, laju reaksi juga semakin cepat. 
  4. Penambahan katalis meningkatkan laju reaksi.  

Daftar Pustaka

Adapun Daftar Rujukan Berbagai sumber diatas, adalah sebagai berikut:

  • Adiguna, MS. 2004. Epidemiologi dermatomikosis di Indonesia. Dalam:Budimulja U, Kuswadji, Bramono,K; Menaldi,SL; Dwihastuti,P; Widaty,S. Dermatomikosis superfisialis : pedoman untuk dokter dan mahasiswa kedokteran. Jakarta: Balai penerbit FK UI, 5-6.
  • Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Konsep-konsep Inti. Jakarta : Erlangga.
  • Oxtoby D.W, Gillis H.P., Nachtrieb N.H., (Penerjemah: Suminar Setiati Achmad),]. 2001. Prinsip-Prinsip Kimia Modern, Edisi keempat. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  • Prinsip-Prinsip Kimia Modern, Edisi keempat, Penerbit Erlangga, Jakarta
  • Petrucci,Ralph. 1996. Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga
  • Sutresna. N. 2008. Kimia Untuk Kelas XII Semester 1 Sekolah Menengah Atas. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Download Laporan Praktikum [PDF]

Anda Dapat Mendownload laporan praktikum laju reaksi ini dalam format PDF dengan mengklik tombol download dibawah ini.

Download / Unduh

Download File

PDF (54KB)

Originally posted 2020-10-26 04:00:00.

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment